Sabtu, 30 November 2019

Hamid Ajak Pengawas Bekerja CIT Membangun Pendidikan Aceh



Gureaceh. Sabang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Sabang Abdul Hamid SPd. MPd Menutup kegiatan bimtek kompetensi pengawas sekolah atas nama kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Rachmat Fitri HD MPA. Pada kesempatan tersebut Hamid mengajak pengawas SMA SMK dan APSI bekerja Ikhlas Cerdas dan Tuntas (CIT) membangun sinergitas dengan cabang dinas untuk pendidikan Aceh. Hal ini disampaikan pada saat menutup kegiatan bimtek Penguatan Kompetensi Pengawas sekolah SMA dan SMK malam minggu 30 November 2019 di hotel Nagoya INN Sabang. 

Menurut Hamid peran Pengawas Sekolah adalah orang yang mengamati dengan melihat secara langsung tempat diselenggarakannya kegiatan belajar mengajar.   Dan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 74 tahun 2008 disebutkan bahwa “pengawas sekolah” adalah guru pegawai  negeri  sipil yang diangkat  dalam jabatan  pengawas   sekolah.   Kemudian di dalam Permen PAN & RB No. 21 Tahun 2010 Pasal 4 disebutkan “pengawas sekolah” merupakan Pejabat Karier yang hanya dapat di duduki oleh guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. 

Tugas Pokok Pengawas Sekolah 1. Pengawasan Akademik. Pengawasan akademik merupakan tugas pengawas sekolah yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan dan pelatihan profesional guru pada aspek kompetensi guru dan tugas pokok guru. a. Pembinaan 
1) Pengertian Pembinaan pada pengawasan akademik merupakan kegiatan pembimbingan yang dilakukan melalui bantuan profesional. 2) Tujuan Pembinaan pada pengawasan akademik bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, yang meliputi kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional yang dibuktikan dengan meningkatnya kinerja guru. 

3) Materi Materi pembinaan pada pengawasan akademik meliputi kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial.
4) Sasaran Sasaran pembinaan pada pengawasan akademik adalah sebagai berikut. (a) Semua guru binaan yang menjadi tanggung jawab pengawas satuan pendidikan (b) Guru mata pelajaran/rumpun mata pelajaran yang ditetapkan oleh dinas pendidikan (baik yang berada di sekolah binaan pengawas mata pelajaran/rumpun mata pelajaran maupun di luar sekolah binaannya) (c) Guru Bimbingan dan Konseling (BK) 
 5) Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan pembinaan guru adalah meningkatnya kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional dalam melaksanakan kegiatan pokok guru di setiap sekolah binaan.

Drs. Amiruddin melaporkan Kegiatan bimtek penguatan kompetensi pengawas ini dilaksanakan oleh  bidang pembinaan guru dan tenaga kependidikan Dinas Pendidikan Aceh. 
Kegiatan ini dilaksanakan 4 angkatan. Angkatan satu dua dan tiga sudah dilaksanakan di awal bulan November ini dan ini angkatan ke empat kita laksanakan di sabang lapor Amiruddin kepada KCD pendidikan sabang yang mewakili Kadisdik. Ke empat angkatan kita bimtekkan 120 pengawas SMA SMK se-Aceh. Dengan adanya bimtek ini besar harapan disdik Aceh agar pengawas dapat bekerja maksimal untuk kemajuan pendidikan Aceh dengan memanfaatkan teknologi. Dengan teknologi akan lebih mudah pengawas menjalankan tugas pembinan dan pengawasan.
Kontributor Sabang hamid

Jumaat, 22 November 2019

Hanya Tiga Tujuan Pendidikan, ini ulasanya, Guru Harus Tahu


Ulasan ini bermanfaat bagi guru. ada baiknya sebelum masuk ke dalam penyusunan silabus dan RPP mengingat sekilas tentang taksonomi Bloom. Rekan-rekan yang berprofesi sebagai pendidik pasti sudah akrab dengan istilah ini. Taksonomi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yang meliputi pengklasifikasian objek.

Taksonomi untuk tujuan pendidikan adalah kategorisasi tujuan pendidikan yang digunakan untuk merumuskan tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

Taksonomi Bloom merujuk kepada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali dirancang oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Menurut Bloom, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain dan setiap ranah atau domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.

Tujuan pendidikan dibagi ke dalam 3 domain, yaitu:
1. Kognitif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
2. Afektif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3. Psikomotor, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantoro pun menggambarkan hal yang sama dalam ungkapan cipta, rasa, dan karsa. Atau ada juga yang menyebutnya dengan: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Taksonomi merupakan kriteria yang digunakan oleh Guru untuk mengevaluasi mutu dan efektivitas pembelajarannya. Dalam setiap aspek taksonomi terkandung kata kerja operasional yang menggambarkan bentuk perilaku yang ingin dicapai melalui suatu pembelajaran. Kata kerja operasional diperlukan oleh Guru saat menyusun silabus dan RPP.

Berikut ini adalah contoh kata kerja operasional dari masing-masing ranah.
Tabel kata operasional ini hasil dari In House Training Revisi Kurikulum.

Kata Kerja Operasional (Baru), Taksonomi Bloom untuk ranah Kognitif (Pengetahuan)



Khamis, 21 November 2019

Kepala PPPPTK Penjas dan BK Terima Kunjungan Kacab Disdik Aceh



BOGOR – Kepala PPPPTK Penjas dan BK Dr Yaswardi M.Si menerima kunjungan sejumlah kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh di kantornya di Parung, Bogor, Kamis (21/11/2019). Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam dibahas sejumlah program kerja sama kemitraan antara kedua lembaga.

PPPPTK (pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan) adalah lembaga Diklat guru di bawah Kemendikbud. Lembaga ini terdapat di sejumlah daerah dengan konsentrasi berbeda, misalnya PPPPTK IPA di Bandung, IPS di Malang, Bahasa di Jakarta, dan lain-lain. PPPPTK Penjas dan BK yang beralamat di Parung Bogor bertugas melatih guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kebugaran (PJOK) dan guru Bimbingan Konseling (BK).

Dalam pertemuan dengan para Kacabdisdik Aceh, Yaswardi secara sepintas memperkenalkan gambaran lembaganya, termasuk menjelaskan berbagai program kerja yang sedang dilaksanakan. Mantan kepala LPMP Sumatera Selatan ini juga dengan rasa bangga mengatakan bahwa lembaga itu memiliki laboratorium BK yang lengkap. “Kami menyebutnya lab BK humanis,” ujar pria kelahiran Padang tersebut.

Menyinggung tentang dua konsentrasi tugasnya, yakni PJOK dan BK, Yaswardi menyatakan, bahwa perhatian terhadap kedua jenis guru ini masih minim. Karena itu, ia mengharapkan para kepala Cabdidik Aceh itu agar mengoptimalkan peran guru Penjas dan guru BK di sekolah. “Guru BK jangan diposisikan seperti polisi, baru diperlukan kalau ada masalah,” ujarnya.

Yaswardi menyebut, PPPPTK Penjas BK terus meningkatkan peran dalam membina kompetensi guru PJOK dan guru BK. “PJOK penting diajarkan. Mata pelajaran ini mendidik siswa untuk disiplin, kejujuran, dan mengajarkan pola hidup sehat,” katanya.

Selain itu, lanjut Kapus, peran guru BK juga sangat penting dalam proses pendidikan. Bukan hanya memberi layanan konseling, guru BK juga memberi layanan klasikal kepada siswa. “Bahkan sekarang, guru BK wajib mengajar 2 jam dalam seminggu,” kata kepala PPPPTK Penjas BK.

Yaswardi menyambut baik kunjungan kepala Cabdisdik Aceh untuk merintis kerja sama kemitraan dengan PPPPTK penjas BK. Sebelum melangkah ke tahapan lebih lanjut, ia meminta kedua pihak menuangkan komitmen kerja sama tersebut ke dalam sebuah dokumen kerja sama. Dengan demikian, berbagai kegiatan yang akan dikerjasamakan nantinya memiliki dasar hukum yang jelas. “Supaya hasilnya legal,” katanya.

Kepala Cabdisdik Aceh Barat Daya, Drs Syarbaini M.Si, yang berbicara atas nama forum kepala cabang Disdik Aceh mengharapkan kerja sama kemitraan antara PPPPTK Penjas BK dan Dinas Pendidikan Aceh akan melahirkan sejumlah program strategis, baik terhadap pengembangan guru PJOK maupun guru BK. “Kami berharap PPPPTK Penjas BK menjadikan Aceh sebagai pilot projek program strategis tersebut,” katanya.

Menyambut gagasan ini, kepala PPPPTK Penjas BK mengatakan, segera merancang crash program berupa workshop bagi guru master untuk bidang studi PJOK dan guru BK. Untuk itu dia meminta para kepala Cabdisdik agar mengumpulkan sejumlah guru PJOK dan BK di sebuah lokasi. “Kita akan bicarakan bagaimana konsep pembelajaran PJOK dan peran guru BK yang ideal. Semacam penyamaan persepsi,” kata Kapus.

Para kepala Cabdisdik Aceh yang menghadiri pertemuan tersebut masing-masing Dra Lila Rosnilawati (Cabang Banda Aceh/Aceh Besar), Abdul Hamid S.Pd, M.Pd (Cabang Sabang), Teuku Aznal Zahri SSTP, M.Si (Cabang Aceh Utara) dan Drs Syarbaini M.Si (Cabang Aceh Barat Daya). Sedangkan dari PPPPTK hadir Kepala Bidang Program dan Kerja Sama Teguh Santoso serta dua orang widyaiswara masing-masing Musyarafah dan Aris.[*]

Isnin, 18 November 2019

Mantan Kadisdik Aceh jadi Pembina Upacara di SD nya


Sigli. Mantan kepala dinas pendidikan Aceh Drs Laisani MSi menjadi pembina upacara pada Sekolah Dasar Negeri 3 Gigieng tempat ia belajar a, i, u, e, o. 56 tahun yang lalu. Pada senin 18/9/2019 Laisani kembali hadir kesekolah ini. 

Selain Laisani hadir juga pengurus komite Sekolah Dasar Negeri 3 Gigieng. Selaku pembina upacara Laisani menyampaikan pesan pesan aktual dan cerita pengalamannya dulu. Di depan Sekolah kita dulu ada sungai. Di sungai begitu loncong keluar main main berbunyi kami berlarian mandi dan ambil tiram di sungai itu sambil menunjukkan sungai didepan Sekolah yang bersebelahan dengan Tambak. Apa kalian masih mandi di sungai itu tanya Laisani. Masiiiiiih., berarti kita sama. 

Bapak bisa jadi kepala dinas pendidikan Aceh karena pernah mandi disungai itu. Kalian harus lebih hebat dari bapak, apa kalian siap tanya Laisani dengan nada tinggi, nampak anak anak mulai bersemangat. 

SD Negeri 3 Gigieng hari ini yang dikepalai oleh Safiatuddin, S.Pd telah mencetak pengusaha sukses seperti H. Jamaluddin di Bireuen, ia pengusaha pemasok semen. Dr. Husain Ibrahim Dosen FKIP unsyiah. Politikus dan pengusaha yusraidi, dan saya Laisani. Apa kalian kenal mereka yang bapak sebutkan? Kenal pak! Jawab siswa dalam barisan upacara. 

Kalian harus rajin kalian harus displin kalian harus patuh pada guru dan orang tua agar kalian menjadi orang hebat orang berhasil nasehati mantan penerima beasiswa supersemar juga lulusan IKIP padang (UNP). 

Alumni SD Negeri 3 Gigieng ini mengawali karir sebagai guru STM di Pekanbaru lalu, kepala STM Lilawangsa Sigli. Kasi kurikulum disdik aceh, Kabid dikmen, kepala Dinas Pendidikan Pidie, kepala sekretariat MPA dan kepala Dinas Pendidikan Aceh ingin semua anak Aceh hebat dan sukses. 
Kontributor. Hamid

Disdik Pijay Seleksi GPK Berdedikasi dan Prestasi


Meureudu (18/11/2019). Dalam menidaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan seleksi Guru Pembimbing Khusus (GPK) berdedikasi dan prestasi jenjang TK, SD, dan SMP bagi satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif, di Aula kantor Camat Meureudu yang diikuti oleh 60 orang GPK. Senin 18 November 2019.

Kadisdik Pidie Jaya Saiful, M.Pd mengatakan, pemberian penghargaan yang baru pertama kalinya dilaksanakan itu telah melalui seleksi yang bersifat idependen. Ia mengukapkan melalui seleksi GPK ini diharapkan dapat memotivasi Guru sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dalam meningkatkan wawasan dalam menangani anak anak berkebutuhan khusus dan semua pemangku kepentingan dapat meningkatkan komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan profesionalitas guru untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu tanpa adanya perbedaan. 

Kasi SD Disdik Pidie Jaya Zulwanis, S.Pd, dalam kesempatan tersebut mengatakan tahapan seleksi GPK sekolah penyelenggara inklusif berdedikasi ini, menggunakan instrumen berupa: 1. Tes Tertulis Digunakan untuk mengukur kompetensi GPK. 2. Rubrik penilaian kompetensi sosial dan kepribadian Rubrik ini merupakan hasil penilaian/pengamatan dari atasan langsung/kepala sekolah. 3. Karya Ilmiah Digunakan untuk mengukur kemampuan dalam menuangkan ide, pikiran, dan pengalaman sukses/unggul selama melaksanakan fungsi-fungsi guru yang berbentuk laporan penelitian atau pengalaman sukses/unggul, yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. 4. Presentasi Karya Ilmiah Karya Ilmiah yang dimaksud berupa pengalaman sukses (best practices) sebagai guru pendidikan inklusif, dan  5. Wawancara yang bertujuan untuk menggali wawasan pendidikan khusus.

Kontributor pijay. Mashadi

Ahad, 17 November 2019

Gita Handayani Tampil Sore Ini di Piala Presiden



JAKARTA-Tim Marching Band Gita Handayani (MBGH) Binaan Dinas Pendidikan Aceh, akan tampil pada Minggu, (16/11/2019) sore ini di Kejuaraan Grand Prix Junior memperebutkan piala Presiden Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, memastikan dirinya akan menyaksikan langsung penampilan Tim Marching Band Gita Handayani, pada sore ini di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur.

"Sejauh ini semangat anak-anak kita terus termotivasi, mudah-mudahan mereka akan tampil sesuai harapan dan mampu mengulang kembali membawa pulang juara yang pernah ditorehkan tahun sebelumnya," ujar Haji Nanda===sapaan akrab Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini.

Menurutnya, ajang Grand Prix Junior yang memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia, tim MBGH akan mengikuti cabang lomba Display.

"Cabang lomba ini sudah pernah mengharumkan nama Provinsi Aceh di kancah nasional, begitupun kita harus lebih hati-hati dalam ajang ini, sebab Tim Marching Band Gita Handayani bersaing dengan marching band dari berbagai provinsi tanah air," katanya.

Pelatih tim, Taufik Hidayat alias Toya, menyebutkan tim ini sudah bertolak ke Jakarta pada Kamis (14/11/2019) lalu. Pelepasan keberangkatan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA.

Ia menyebutkan, Tim Marching Band Gita Handayani akan tampil pada Minggu, (17/11/2019) sore ini. Berbagai persiapan sudah dilakukan dirinya bersama peserta marching band tersebut.

Sebagaimana diketahui, memulai debut tingkat nasional sejak Tahun 2014, MBGH telah meraih berbagai prestasi. Pada tahun 2016 lalu, mereka meraih juara umum pada Kejuaraan Grand Prix Junior (GPBJ) pada Piala Presiden Republik Indonesia.

Sebagai juara Piala Presiden, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017 lalu, tim Marching Band Gita Handayani tampil di Istana Negara, Jakarta.

Prestasi kembali diraih pada Tahun 2018 pada kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono tahun 2018 di Yogyakarta. Meski baru pertama kali ikut pada ajang tersebut, tim ini berhasil menyabet gelar juara umum, sekaligus membawa pulang piala bergilir Raja Hamengkubuwono. []

Kontributor: Afrizal

Jumaat, 8 November 2019

Guru SMA Negeri 1 Idi Tunong Dilatih Merakit Soal Berbasis Digital*


Aceh Timur. Gureaceh. Sebanyak 38 guru di SMA Negeri 1 Idi Tunong Aceh Timur mengikuti pelatihan in house training (IHT) pada tanggal 5 dan 8 Nopember 2019 di Laboratorium Komputer sekolahnya. IHT kali ini mengambil materi kecakapan tentang membuat soal secara digital yang bisa diaplikasikan pada ujian berbasis komputer dan tablet bagi siswa. 

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Idi Tunong Dra. Cut Nurbaiti dalam kesempatan pengarahannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini hendaknya kecakapan bagi guru dalam merakit soal berbasis komputer dan tablet. Terlebih sekolah ini merupakan sasaran penerima bantuan BOS Afirmasi yang nantinya diberi bantuan tablet, sehingga bisa difungsikan tidak hanya untuk pembelajaran yang tertegrasi ke Rumah Belajar namun juga bisa untuk tool ujian berbasis tablet meski offline sekalipun. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari menghadirkan narasumber dari Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia, Khairuddin. Materi yang disajikan berupa membuat soal ujian secara offline yang nanti kemudian bisa digunakan dalam pelaksanaan ulangan harian, ujian semester termasuk try out mandiri yang guru di sekolah tersebut merakit soal dan kunci jawaban. Pelaksanaan ujian nantinya bisa menggunakan jaringan internet atau tanpa jaringan internet.

Salah seorang peserta pelatihan, Ayu Warisman, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berguna bagi guru di sekolah mereka. Selain nantinya akan bermanfaat bagi pembinaan mental siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional.

Ujian berbasis digital ini selain menekan biaya pelaksanaan ujian karena paperless, juga bermanfaat karena hasil ujian langsung terlihat, menghemat waktu bagi guru mengkoreksi lembar jawaban siswa. Sehingga melalui pengetahuan yang diperoleh guru, SMA Negeri 1 Idi Tunong siap menyongsong era disrupsi, termasuk salah satunya, evaluasi digital.

Kontributor A. Timur.Khairudin budiman