Gureaceh.Takengon. AKBP Ruslan Syafei dari Polda Aceh hari ini selasa 23/7 melaksanakan kegiatan saweu sikula ke SMK Negeri 1 Takengon. Kegiatan ini merupakan kegiatan andalan polisi untuk melakukan penyuluhan narkoba kepada generasi muda. Kegiatan ini siswa SMKN Takengon menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan ini.
AKBP Ruslan Syafei mengumpulkan 135 siswa di aula SMK negeri 1 Takengon yang menjadi sasaran kompaye anti narkoba. Ruslan mampu menghipnotis siswa peserta mendengar penjelasan yang tersampaikan. Kehikmatan bukan karena narsum dari polisi tapi karena lulusan ABRI 1997 ini mampu menarik perhatian siswa peserta yang didominasi siswa perempuan.
Peran binmas Polda aceh dalam pemberantasan Narkoba terus menerus dilaksanakan terutama di kalangan generasi muda pelajarar Aceh pinta AKBP Ruslan Syafei menjadi narasumber penyuluhan bahaya narkoba senin 22/7.
AKBP Ruslan Syafei menjelaskan bahaya narkoba terhadap kehidupan manusia. Indonesia sudah menjadi darurat narkoba. Bila sudah mengkonsumsi Narkoba sudah merusak diri secara permanen jelas
Polisi mantan kasatbinmas.
Penyebaran narkoba keseluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan anak anak. 5 juta orang terdeteksi menggunakan narkoba. Oleh karena itu kalian generasi muda bangsa harus waspada terhadap narkoba, mari kita berperang terhadap narkoba.
Narkoba akan berpengaruh negatif malah akan menghancurkan masa depan Anda. Hindari narkoba raih masa depan gemilang. Bahagiakan keluarga anda, bimbing adik adik anda.
AKBP Ruslan Syafei diakhir pemaparan memberi hadiah kepada sepuluh siswa yang bertanya berupa buku tulis. Untuk sekolah diberikan 1 bola kaki dan 1 bola voli.
Kontributor GA: hamid brata
Selasa, 23 Julai 2019
Isnin, 22 Julai 2019
Ini Juara Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Aceh,
Bandar Aceh. Gureaceh. SMA Negeri 1 Permata kabupaten Bener Meriah meraih juara I pada lomba sekolah adiwiyata tingkat provinsi Aceh. Penyerahan hadiah oleh sekda Aceh di Banda Aceh senin 22 Juli 2019.
Kepala sekolah menengah atas (SMA) Negeri Ini Permata Dahlan SPd menyampaikan Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam meraih prestasi lingkungan sehat. Hal ini juga berkat kerja sama guru guru kami dengan siswa dalam merawat sekolah, menjaga kebersihan, tidak membakar sampah kata Dahlan kepada gureaceh.
Juara I SMA Negeri 1 Permata Kab. Bener Meriah
Juara 2 SMA 12 Banda Aceh
Juara 3 SMA 1 Lhoksuko
AKBP Ruslan Syafei Ajak Siswa Perang Narkoba
Gureaceh.Pondok Baru. Polda Aceh hari ini melaksanakan kegiatan saweu sikula. Kegiatan ini merupakan kegiatan andalan polisi untuk melakukan penyuluhan narkoba kepada generasi muda. Kegiatan ini siswa SMA 1 Bandar kabupaten Bener Meriah menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan ini.
Peran binmas Polda aceh dalam pemberantasan Narkoba terus menerus dilaksanakan terutama di kalangan generasi muda pelajarar Aceh pinta AKBP Ruslan Syafei menjadi narasumber penyuluhan bahaya narkoba senin 22/7.
AKBP Ruslan Syafei menjelaskan bahaya narkoba terhadap kehidupan manusia. Indonesia sudah menjadi darurat narkoba. Bila sudah mengkonsumsi Narkoba sudah merusak diri secara permanen jelas
Polisi lulusan ABRI 1997.
Penyebaran narkoba keseluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan anak anak. 5 juta orang terdeteksi menggunakan narkoba. Oleh karena itu kalian generasi muda bangsa harus waspada terhadap narkoba, mari kita berperang terhadap narkoba.
Kontributor; hamid brata
Peran binmas Polda aceh dalam pemberantasan Narkoba terus menerus dilaksanakan terutama di kalangan generasi muda pelajarar Aceh pinta AKBP Ruslan Syafei menjadi narasumber penyuluhan bahaya narkoba senin 22/7.
AKBP Ruslan Syafei menjelaskan bahaya narkoba terhadap kehidupan manusia. Indonesia sudah menjadi darurat narkoba. Bila sudah mengkonsumsi Narkoba sudah merusak diri secara permanen jelas
Polisi lulusan ABRI 1997.
Penyebaran narkoba keseluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan anak anak. 5 juta orang terdeteksi menggunakan narkoba. Oleh karena itu kalian generasi muda bangsa harus waspada terhadap narkoba, mari kita berperang terhadap narkoba.
Kontributor; hamid brata
Khamis, 18 Julai 2019
Suhairi Kepala Sekolah Mengajak Wali Kelas Hafal Nama Siswanya
Gureaceh.Tamiang. SMA 2 Kejuruan Muda dengan jumlah 800an siswa ini terlihat sangat rindang dengan berbagai pepohonan tumbuh dalam pekarangan. Banyak jenis bunga tertata rapi sepanjang selasar kelas dan kantor. Tempat pembuatan kompos tersedia dibarat kantin sekolah. Hal memudahkan siswa membuang sampah kedalam rumah kompos jelas Suhairi SPd yang notabene kepala sekolah.
Suhairi menceritakan pengalaman selama 4 tahun memimpin sekolah. Setiap pagi jumat semua siswa wajib khatam yasiin. Kegiatan pengajian Yasiin dipandu oleh wali kelas masing masing. Hari sabtu siswa melaksanakan kegiatan senam pagi. Setiap jumat keempat, kami menghadirkan ustadz untuk memberi tausiah kepada siswa dan guru.
Sekolah yang berjumlah 800an siswa ini juga membiasakan guru bergaul akrab dengan semua siswa. Hal ini memudahkan guru memahami karakter siswa, bahkan ada siswa yang curhatan kadaan ekonomi keluarganya.
Ada kewajiban guru bimbingan konseling yang harus dilakukan sesuai intruksi kepala sekolah adalah guru BK harus memantau gerak gerik siswa setiap hari ke semua kelas. Intinya guru BK sekolah kami tidak duduk di ruang konseling, menunggu siswa bermasalah. Lebih jauh dari itu guru BK pagi datang lebih awal dan pulang lebih telat. Hal ini agar terpantau siswa dalam kesehariannya jelas pak Heri panggilan akrabnya kepada Hasan Basry pengawas sekolah yang hadir ke sekolahnya.
Program berikutnya yang akan kami jalankan adalah wali kelas harus menghafal semua nama siswanya. Hal ini dilakukan agar keakraban ada antara anak dan guru. Selain harus menghafal nama siswanya, wali kelas harus tahu kehidupan siswanya. Wali kelas sebagai orang tua disekolah wajib tahu semua hal siswanya. Mendatangi setiap rumah siswa sebuah cara yang ditempuh untuk mendapatkan informasi dasar terhadap anak.
Rabu, 17 Julai 2019
Sulastri Kepala SLB Peduli Anak Berkebutuhan Khusus
Gureaceh.Takengon. Hari ketiga masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020, pelaksana tugas kepala cakap dinas pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah dan bener meriah melaksanakan kunjungan kerja ke SLB swasta Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah.
Ini luar biasa inisiatif seorang kepala sekolah yang mampu mewujudkan pendirian sekolah luar biasa di lokasi ini, saya apresiasi kerja ibu Sulastri yang memiliki banyak ide kreatif puji hamid kepada kepala SLB swasta.
Sekolah SLB ini memiliki SDLB dengan siswa 5 orang. SMPLB memiliki siswa 25 orang teridiri dari 4 orang tuna rungu, 3 orang tuna laras, 1 orang tuna netra, 2 orang autis dan 15 orang tuna grahita jelas Sulastri kepada plt kancabdin didampingi oleh Drs. Hasan Basry selalu ketua pengawas.
Selain SDLB dan SMPLB sekolah ini memiliki SMALB. SMALB mulai tahun ini sudah memiliki 14 siswa dengan berbagai ketunaan, antara lain
autis 1orang, tunarungu1orang, Daksa 2 orang dan grahita 11orang.
autis 1orang, tunarungu1orang, Daksa 2 orang dan grahita 11orang.
Sulastri juga menjelaskan perjuangannya untuk mencari siswanya, saya mendatangi rumah rumah masyarakat dan bila ada anak yang berkebutuhan khusus saya bujuk untuk mau menyekolahkan anaknya jelas kepala SLB swasta kepada cabdin. Kami sudah membeli mobil dengan uang saya sendiri pak. Yang ditujukan kepala plt Cabdin.
Plt kepala cabang Dinas Pendidikan wilayah Abdul Hamid SPd MPd langsung melihat keadaan tempat belajar dan mobil operasional antar jemput siswa yang di sampai oleh kepala sekolah. Saya menyampaikan terimakasih kepada ibu kepala dan Guru Guru yang luar biasa atas inisiatif membangun pendidikan.
Bagaimana dengan keadaan Guru tanya Hamid,
Sulastri menjelaskan sekolah kami ada 20 orang guru dan 3 orang tendik. Sedang yang pegawai Negeri hanya 5 orang sudah termasuk saya. Mohon bapak memperhatikan kami yang masih serba kekurangan. Tempat belajar pun seperti ini pintanya.
Hamid menjelaskan pemerintah tetap memperhatikan semua lembaga pendidikan termasuk Yayasan Ribuan Mubarak Penyantun Para cacat. Hal ini tentu sesuai dengan aturan yang ada.
Selasa, 16 Julai 2019
Jumaat, 12 Julai 2019
INI PENJELASAN CHAIDIR TENTANG SURAT EDARAN MENDAGRI PELAKSANAAN LITERASI SEKOLAH
Gureaceh. BOGOR. Kepala Subbagian Program, Informasi dan Humas Dinas Pendidikan Aceh, Chaidir SE MM mengatakan, setiap daerah mewajibkan pelaksanaan literasi di sekolah.
Hal itu disampaikan Chaidir saat menghadiri kegiatan sosialisasi surat edaran menteri dalam negeri tentang pelaksanaan pendidikan literasi sekolah di daerah, Jum'at (12/07/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri tanggal 10-12 Juli 2019 di Royal Hotel Bogor, Provinsi Jawa Barat itu diikuti perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Bappeda seluruh provinsi di Indonesia.
Dinas Pendidikan Aceh dalam hal ini dihadiri Kasubbag Program, Informasi dan Humas Disdik Aceh, Chaidir SE MM.
Dalam kegiatan tersebut, Chaidir menjelaskan, masing-masing perwakilan provinsi menceritakan praktek yang sudah dilaksanakan terkait literasi di sekolah dan kebijakan literasi daerah.
Dikatakannya, Aceh sudah membentuk satuan tugas literasi ditingkat provinsi dan daerah. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Aceh telah menggandeng dan melakukan kerjasama dengan organisasi profesi yaitu Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh.
"Kita sudah banyak melakukan kegiatan di daerah antara lain sosialisasi gerakan literasi sekolah di semua kabupaten/kota di Aceh, melaksanakan festival literasi, menspot teman-teman IGI dalam melaksanakan pelatihan baik kepada guru maupun kepada siswa dan beberapa kegiatan lainnya," ujar Chaidir.
Bahkan, kata Chaidir, sebagai bentuk keseriusan Disdik Aceh menspot organisasi profesi yang mendukung program literasi.
Pada tahun 2020, kita telah menganggarkan dana untuk dilaksanakannya Kongres Nasional IGI di Kota Banda Aceh. Ini salah satu bentuk keseriusan Aceh untuk mengkampanyekan gerakan literasi ke sekolah-sekolah sekalipun berada di daerah terpencil, jelas Chaidir.
Dalam relis yang diterima acehcarong.com, Chaidir menyampaikan, tugas guru bukan hanya sebatas memotivasi siswa untuk membaca secara tekhnis saja, namun bagaimana siswa itu dapat memahami apa yang ia baca.
"Kita mengharapkan apa yang telah dibaca siswa menjadi daya tarik, sehingga keingintahuan mereka apa yang yang ia baca. Hal yang terpenting adalah sarana pendukung seperti pojok baca, penyediaan alat multimedia pendidikan serta kesiapan warga sekolah dalam penerapan literasi itu sendiri," sebut Chaidir.
Ia menambahkan, kegiatan literasi sekolah ini perlu didukung oleh semua komponen sebagaimana surat edaran menteri dalam negeri tentang pelaksanaan pendidikan literasi sekolah yang sebelumnya juga didasarkan oleh Permendikbud nomor 23 tahun 2015, pungkas Chaidir.
Penulis : Baihaki
Langgan:
Catatan (Atom)













