Selasa, 30 April 2019
Pemerintah Aceh Umrahkan 96 GTK Berprestasi 2019
Banda aceh.gureaceh.Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Aceh, Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh kembali memberikan penghargaan kepada 96 GTK yang berhasil menjuarai ajang pemilihan GTK berprestasi dan berdedikasi jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK/SMKLB serta Anugerah Konstitusi bagi Guru PPKN tingkat Provinsi Aceh tahun 2019.
Ajang pemilihan GTK berprestasi tahun 2019 secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd. Pengumuman pemenang untuk setiap kategori dibacakan oleh koordinator tim penilai, Muhibbul Khibri, S.Pd, M.Pd. saat acara penutupan yang berlangsung di aula Grand Syariah Hotel, Banda Aceh, Senin (29/04/2019) malam.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd dalam pidato penutupan menyampaikan hadiah umrah itu secara khusus akan diberikan bagi peserta yang berhasil meraih juara satu, dua dan tiga dari 32 kategori perlombaan yang digelar pihaknya tahun ini.
“Bagi pemenang juara I, II, dan III mendapat penghargaan dari Pemerintah Aceh berupa hadiah Umrah untuk setiap kategori lomba. Sementara juara satu akan mewakili Aceh dalam lomba serupa di tingkat nasional yang akan berlangsung Bulan Agustus 2019 di Jakarta,” terangnya.
Syaridin menambahkan guru memiliki peran yang sangat penting sehingga perlu diapresiasi. Dengan adanya program pemilihan GTK ini diharapkan mampu memacu semangat para guru dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas.
“Terimakasih kami ucapkan secara khusus kepada Kepala LPMP Aceh yang secara langsung meminta untuk melatih dan memberi pembekalan kepada para perwakilan GTK yang lolos ke tingkat nasional,” tutur Kadisdik Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd disambut tepuk tangan dari para peserta.
Diharapkannya, event ini bukan hanya ajang untuk meraih juara, namun dapat menghasilkan program pembelajaran yang lebih bermutu demi kemajuan dunia pendidikan Aceh. Disini, lanjutnya, pengajar dapat saling berbagi pengalaman, sehingga tercipta inovasi dalam menciptakan sistem pengajaran yang semakin maju dan membangun.
“GTK berprestasi yang terpilih nanti akan diberikan tugas dan wewenang untuk menyampaikan metode pembelajaran yang bermutu dan layak diterapkan guna menunjang proses pembelajaran di daerah sehingga kualitas pendidikan akan turut meningkat,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan GTK, Nurhayati, MM dalam laporannya menyampaikan selama empat hari peserta mengikuti ajang ini, mereka telah dinilai berbagai aspek, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, social dan professionalisme.
“Kesemua tes ini telah dinilai melalui tes tertulis, wawancara dan praktek mengajar. Sehingga kita harapkan para juara yang terpilih akan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Allah” ucapnya.
Pada malam apresiasi GTK berprestasi dan berdedikasi jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK/SMKLB serta Anugerah Konstitusi bagi guru PPKN tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019 turut dihadiri oleh Kepala LPMP Aceh, Dr H Muslihuddin M.Pd, Sekretaris Disdik Aceh, Muslem Yacob, M.Pd, Plt. UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Drs Syarbaini, M.Si, perwakilan MPD Aceh, sejumlah kepala dinas, para kabid, para Plt. kepala cabang dinas, para kasi/kasubbag di Dinas Pendidikan Aceh, dan sejumlah perwakilan organisasi guru (PGRI, IGI, Kobar GB).
Kontributor Rijal Fikri
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8795929722899485040#editor/target=post;postID=8434414840908425030;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
Banda Aceh. Sebanyak 376 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se- Aceh mengikuti kegiatan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB dan SMK/SMKLB serta Anugerah Konstitusi bagi guru PPKn tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019. Kegiatan ini diadakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.
Acara pembukaan berlangsung di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh, Jumat (26/04/2019) malam. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Aceh menyampaikan bahwa pemilihan GTK berprestasi dan berdedikasi ini merupakan ajang tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan sampai ke tingkat nasional.
Menurutnya, Pemerintah Aceh menargetkan agar dapat mengulang kembali prestasi yang diraih para GTK Aceh pada 2018 lalu.
“Kita pada tahun 2018 lalu mampu meraih juara tiga di tingkat nasional. Pada tahun ini, kalau tidak mampu meraih juara dua atau juara satu, minimal tetap bisa mempertahankan juara tiga se Indonesia” ungkapnya.
Kadisdik Aceh mengingatkan kepada tim penguji agar melakukan penilaian secara objektif, tidak diskriminatif dan memihak serta transparan dan akuntabel. Kepada para peserta, diminta untuk dapat bersaing secara sportif dan bijaksana. Sehingga akan terpilih para guru yang paling bagus untuk mewakili Aceh di tingkat selanjutnya.
“Kedepan tim penguji juga harus dihadirkan dari pihak Kemendikbud, agar pelaksanaan pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi di daerah bisa setara dengan pemilihan di tingkat Nasional. Selain itu, Kegiatan ini adalah salah satu upaya kita dalam mendorong GTK untuk meningkatkan kompetensinya,” terangnya.
Pemerintah Aceh, kata Syaridin, berjanji selain akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan, pihaknya juga akan memberikan hadiah berupa umrah kepada para juara 1, 2 dan 3 dari setiap kategori perlombaan pada setiap jenjang sekolah. Dengan harapan, para guru dan tenaga kependidikan kedepannya akan lebih bersemangat dalam mengikuti ajang sejenisnya yang di selenggarakan oleh Pemerintah Aceh.
“Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan akan membimbing dan melatih secara khusus bagi para juara satu setiap cabang perlombaan sebelum dikirimkan ke tingkat nasional. Hal itu dimaksudkan agar mereka dapat tampil maksimal di tingkat selanjutnya” kata Kadisdik Aceh.
Sebelumnya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Aceh, Nurhayati, MM dalam laporannya menyebutkan ada sepuluh kategori yang dilombakan, antara lain: pemilihan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi, guru, kepala sekolah, dan pengawas berdedikasi/daerah khusus.
Selain itu kepala tenaga administrasi sekolah, laboran, kreativitas pembelajaran, guru inklusi dan tenaga perpustakaan berprestasi dan berdedikasi jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta anugerah konstitusi bagi guru PPKn.
“kegiatan ini diikuti oleh GTK pendidikan dasar dan pendidikan menengah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh yang telah melalui proses seleksi dan merupakan peserta terbaik dari daerah masing-masing” jelasnya.
Kegiatan yang akan berlangsung sejak 26 hingga 30 April 2019 ini diadakan di beberapa lokasi, diantaranya Hotel Diana, Grand Syariah Lamdom, Oasis Hotel, Grand Nanggroe Hotel, Hotel Hijrah, Green Paradise Hotel, Hotel Rasamala, dan Poma Hotel. Adapun tim penguji terdiri dari Akademisi Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Abulyatama, LPMP, GTK berprestasi, GTK senior dan berbagai unsur lainnya.
Kontributor Rijal Fikri
Acara pembukaan berlangsung di Aula Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh, Jumat (26/04/2019) malam. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Aceh menyampaikan bahwa pemilihan GTK berprestasi dan berdedikasi ini merupakan ajang tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan sampai ke tingkat nasional.
Menurutnya, Pemerintah Aceh menargetkan agar dapat mengulang kembali prestasi yang diraih para GTK Aceh pada 2018 lalu.
“Kita pada tahun 2018 lalu mampu meraih juara tiga di tingkat nasional. Pada tahun ini, kalau tidak mampu meraih juara dua atau juara satu, minimal tetap bisa mempertahankan juara tiga se Indonesia” ungkapnya.
Kadisdik Aceh mengingatkan kepada tim penguji agar melakukan penilaian secara objektif, tidak diskriminatif dan memihak serta transparan dan akuntabel. Kepada para peserta, diminta untuk dapat bersaing secara sportif dan bijaksana. Sehingga akan terpilih para guru yang paling bagus untuk mewakili Aceh di tingkat selanjutnya.
“Kedepan tim penguji juga harus dihadirkan dari pihak Kemendikbud, agar pelaksanaan pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi di daerah bisa setara dengan pemilihan di tingkat Nasional. Selain itu, Kegiatan ini adalah salah satu upaya kita dalam mendorong GTK untuk meningkatkan kompetensinya,” terangnya.
Pemerintah Aceh, kata Syaridin, berjanji selain akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan, pihaknya juga akan memberikan hadiah berupa umrah kepada para juara 1, 2 dan 3 dari setiap kategori perlombaan pada setiap jenjang sekolah. Dengan harapan, para guru dan tenaga kependidikan kedepannya akan lebih bersemangat dalam mengikuti ajang sejenisnya yang di selenggarakan oleh Pemerintah Aceh.
“Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan akan membimbing dan melatih secara khusus bagi para juara satu setiap cabang perlombaan sebelum dikirimkan ke tingkat nasional. Hal itu dimaksudkan agar mereka dapat tampil maksimal di tingkat selanjutnya” kata Kadisdik Aceh.
Sebelumnya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Aceh, Nurhayati, MM dalam laporannya menyebutkan ada sepuluh kategori yang dilombakan, antara lain: pemilihan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi, guru, kepala sekolah, dan pengawas berdedikasi/daerah khusus.
Selain itu kepala tenaga administrasi sekolah, laboran, kreativitas pembelajaran, guru inklusi dan tenaga perpustakaan berprestasi dan berdedikasi jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta anugerah konstitusi bagi guru PPKn.
“kegiatan ini diikuti oleh GTK pendidikan dasar dan pendidikan menengah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh yang telah melalui proses seleksi dan merupakan peserta terbaik dari daerah masing-masing” jelasnya.
Kegiatan yang akan berlangsung sejak 26 hingga 30 April 2019 ini diadakan di beberapa lokasi, diantaranya Hotel Diana, Grand Syariah Lamdom, Oasis Hotel, Grand Nanggroe Hotel, Hotel Hijrah, Green Paradise Hotel, Hotel Rasamala, dan Poma Hotel. Adapun tim penguji terdiri dari Akademisi Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Abulyatama, LPMP, GTK berprestasi, GTK senior dan berbagai unsur lainnya.
Kontributor Rijal Fikri
Rabu, 24 April 2019
CARA MENDAPATKAN SK BUPATI ATAU WALIKOTA UNTUK MEMENUHI SYARAT PEMBUATAN NUPTK
Gureaceh membatu berbagi informasi
Assalamu'alaikum wr.wb. selamat malam dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia...
mari simak informasi terbaru infokemendikbud.comberikut ini tentang bagaimana cara untuk mendapatkan SK bupati untuk melengkapi persyatan pembuatan NUPTK...
Penerbitan NUPTK 2016 diwarnai dengan kekecewaan para pendidik maupun tenaga kependidikan yang sudah lama-lama mengidamkan mendapatkan nomor “sakral” tersebut. Bagaimana tidak kecewa, persyaratan mendapatkan NUPTK 2016 masih saja ada SK Bupati atau Walikota. Itu sama saja dengan persyaratan dengan tahun-tahun lalu. Lalu bagaimana sebenarnya cara membuat SK Bupati atau Walikota untuk kita-kita agar memenuhi syarat mendapatkan NUPTK.
Cara membuat SK Bupati atau Walikota memang bukan perkara mudah, perlu adanya pembahasan yang panjang antara pemerintah daerah. Karena setiap Bupati atau Walikota yang mengeluarkan SK untuk mengangkat tenaga honorer, berarti daerah harus siap mengeluarkan anggaran untuk membayarnya.
Seperti kita tahu pada SE Ka. BPSDMPK-PMP Kemdikbud no. 14265/J/LL/2013 tanggal 24 Juli 2013 lalu yang isinya :
Persyaratan ini sesuai PP no. 48 tahun 2005 Pasal 8
“Sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini, semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah”
Nah, untuk kita kita yang belum memiliki NUPTK karena terganjal masalah SK Bupati/Walikota bisa ikuti cara membuat atau lebih tepatnya tips untuk mendapatkan SK Bupati/Walikota sebagai syarat penerbitan NUPTK sebagai berikut :
1. Pertama mungkin untuk mendapatkan NUPTK adalah berubahnya peraturan penerbitan NUPTK. Namun jika persyaratan sudah digaungkan rasanya memang sulit untuk di rubah.
2. Yang kedua mungkin tips yang bisa Anda terapkan bersama kawan-kawan yang lain di daerah Anda. Membuat suatu paguyuban tentunya memiliki payung hukum yang sah. Dan jangan lupa untuk meminta nasihat dan bantuan dari wakil rakyat kita yang ada di DPR terutama komisi yang menangani masalah Pendidikan, untuk mencari solusi terbaik mengenai masalah ini.
Cara kedua diatas, sudah diterapkan oleh salah satu kelompok yang ada di salah satu daerah. Mengenai berhasil atau tidaknya, kita pasrahkan dan yang penting sudah berjuang.
Lebih jauh lagi, sebenarnya apa sih yang diharapkan dari NUPTK itu sendiri bagi kita pendidik? bukannya tugas kita adalah mendidik generasi anak bangsa bukan berlomba mendapatkan NUPTK. Jadi inti utamanya adalah kita lebih fokus meningkatkan kualitas kita dalam mendidik, bukan hanya mengejar NUPTK. Suatu kebanggaan tentunya jika melihat anak didik kita berhasil daripada melihat kita berhasil mendapatkan NUPTK bukan?
Sumber : http://www.mzringgo.com/
Sumber; infonemendikbud.
Selasa, 23 April 2019
700 Anak Anak Meriahkan Gebyar PAUD Pidie Jaya
Meureudu (23 /4/2019). Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful, M.Pd, yang didampingi oleh Bunda PAUD Kabupaten Ibu Darnawati, membuka Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Aula BAPPEDA Pidie Jaya, yang dihadiri oleh 700 peserta, Unsur PKK dan Pengawas PAUD.
Dalam sambutan singkatnya Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan, bahwa pendidikan PAUD itu wajib dilaksanakan selama satu tahun kalangan anak-anak usia PAUD, sebagai dasar untuk menuju jenjang berikutnya yaitu Sekolah Dasar (SD).
‘’PAUD merupakan tempat bermain dan juga belajar membentuk karakter, karena itu kita harus mengarahkan anak-anak usia PAUD ke hal-hal yang baik, diibaratkan pohon bila ditanam dengan bibit bagus akan menghasilkan buah yang bagus, bibit ini ibaratnya ditanam kepada anak-anak mulai di lembaga PAUD, nantinya akan ada kecerdasan emosional dan intelektual bagus yang terbentuk saat dewasa nanti’’. Ujar saiful
Salah satu tujuan dilaksanakan Gebyar PAUD ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas, membentuk karakter anak yang bberaklak mulia, kratif, dan kompetitif dalam menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki anak. Pengelola PAUD melakukan penanganan yang terencana, berkualitas dan berkelanjutan dengan sistem manajemen mutu yang dapat dipertanggungjawabkan Papar Ibu Kabid PAUD DIKMAS Karnila, SE,
Adapun jenis kegiatan yang diperlombakan diantaranya, Lemba Selawat, lomba hafalan ayat pendek, lomba senam ceria, lomba tari kreasi baru, lomba menggambar dan mewarnai. pintanya
Kontributor Pijay mashadi
Isnin, 22 April 2019
Analogy & Case Study
Analogy & Case Study
Mengenal Teknik Mengajar Guru Masa KiniMengajar dengan memberikan contoh studi kasus berdasarkan hal-hal yang ada di sekitar. Dengna melakukan analogi dan study kasus secara tepat, siswa akan mudah untuk membayangkan kegunaan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hindari penggunaan analogy ataupun case study yang asing bagi siswa. Karena hal itu malah justru semakin membingungkan para siswa menerima materi.
Mengenal Teknik Mengajar Guru Masa KiniMengajar dengan memberikan contoh studi kasus berdasarkan hal-hal yang ada di sekitar. Dengna melakukan analogi dan study kasus secara tepat, siswa akan mudah untuk membayangkan kegunaan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hindari penggunaan analogy ataupun case study yang asing bagi siswa. Karena hal itu malah justru semakin membingungkan para siswa menerima materi.
Ahad, 21 April 2019
KETENTUAN DAN MEKANISME BARU PEMBERIAN KESETARAAN DAN PANGKAT GURU
Pemberian Kesetaraan Jabatan dan Pangkat Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya
disebut Pemberian Kesetaraan adalah pengakuan terhadap kualifikasi akademik, masa kerja, dan
sertifikat pendidik yang dimiliki guru bukan pegawai negeri sipil yang diformulasikan dengan
menggunakan angka kredit, jabatan, dan pangkat yang setara dengan angka kredit, jabatan, dan pangkat pada jabatan fungsional guru pegawai negeri sipil.
Pemberian Kesetaraan Jabatan dan Pangkat Bagi Guru Non PNS
Guru NON PNS yang dimaksud disini adalah.... silakan dipahami yaa
Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil adalah guru tetap yang diangkat oleh Pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, atau masyarakat, yang telah mendapat persetujuan dari Pemerintah atau pemerintah daerah, kecuali guru tetap yang diangkat oleh masyarakat, dan melaksanakan tugas sebagai guru sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus menerus pada satuan administrasi pangkal yang sama yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru.
Pemberian Kesetaraan Jabatan dan Pangkat Bagi Guru Non PNS diatur dalam Permendikbud terbaru nomor 12 tahun 2016. Yang berlaku bagi seluruh guru baik kemdikbud maupun kemenag.
Permendikbud Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pemberian Kesetaraan Jabatan dan Pangkat bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.
ASPEK PENENTUAN PEMBERIAN KESETARAAN JABATAN
Pemberian kesetaraan jabatan dan pangkat guru Bukan Pegawai Negeri Sipil ditentukan berdasarkan 3 (tiga) aspek yaitu pendidikan dengan kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S-1) atau
diploma empat (D-IV) dan penghargaan terhadap masa kerja selama yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai guru bukan pegawai negeri sipil, dan dapat ditambah sertifikat pendidik bagi yang sudah memiliki.
a. Aspek Pendidikan (kualifikasi akademik) dengan menggunakan ketentuan Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009
tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
b. masa kerja selama yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai guru bukan pegawai negeri sipil diperhitungkan sebesar 15% dari hasil perhitungan norma angka kredit pembelajaran/pembimbingan, dengan ketentuan:
1) masa kerja sampai dengan tahun 2012 menggunakan indeks 7,628 per semester, dan/atau
2) masa kerja mulai tahun 2013 menggunakan indeks 5,25 per semester.
c. sertifikat pendidik diberikan angka kredit sebesar 2.
MEKANISME DAN SYARAT PEMBERIAN KESETARAAN
Perlu diketahui guru bukan PNS ada 6 tahapan sejak penyiapan berkas usul kesetaraan hingga penerbitan SK kesetaraan.
Yang pertama,... Guru menyiapkan berkas usul pemberian kesetaraan kepada kepala sekolah satuan pendidikan masing-masing.
Berkas usul dimaksud terdiri atas:
a. fotokopi keputusan sebagai guru tetap yang ditandatangani oleh kepala sekolah/madrasah dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota/Kantor Wilayah Kementerian
Agama/Kementerian lain/Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK);
b. surat keterangan aktif mengajar dari kepala sekolah/madrasah;
c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
d. Nomor Registrasi Guru (NRG) bagi yang sudah memiliki;
e. salinan atau fotokopi ijazah yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
f. asli surat pernyataan dari kepala sekolah/ madrasah bahwa guru yang bersangkutan masih melaksanakan kegiatan proses pembelajaran/pembimbingan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu;
g. salinan atau fotokopi sertifikat pendidik yang diketahui oleh pejabat yang relevan pada perguruan tinggi yang menerbitkan sertifikat pendidik atau pejabat yang menangani pendidik pada dinas pendidikan/kantor wilayah Kementerian Agama; dan
h. salinan atau fotokopi keputusan dari kepala sekolah/madrasah tentang pembagian tugas mengajar/pembimbingan, dan diketahui oleh dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi/kantor wilayah Kementerian Agama/Kementerian lain/LPNK.
Persyaratan dan mekanisme pengususulan Penyetaraan guru Bukan PNS sebagimana tertuang pada Permendikbud Nomor 12 Tahun 2016
Berkas Usulan harap dikirim via Pos ke PO BOX 4644 JKP 10046
Tidak Diperkenankan mengirim langsung atau datang ke Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumber : http://jetjetsemut.blogspot.co.id/
Vokasi dan Spesialisasi Kunci Keberhasilan Pendidikan
Vokasi dan Spesialisasi Kunci Keberhasilan Pendidikan
Selandia Baru meraih prestasi tersebut karena unggul dalam 15 indikator di antaranya: Kerangka Kurikulum untuk Keterampilan Masa Depan, Efektifitas Sistem Implementasi Kebijakan, Pendidikan Guru, Kolaborasi Universitas dan Industri serta Keragaman Budaya dan Toleransi.
Berdasarkan laporan tersebut, terdapapat 3 faktor kunci keberhasilan Selandia Baru menjadi barometer pendidikan dunia.
1. Kreatifitas dan Inovasi
Kreatifitas dan inovasi menjadi jantung pendidikan di Selandia Baru. Tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana melakukan transformasi sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan abad 21.
Kebutuhan dunia industri saat ini adalah lulusan berpikir kreatif, out of box, inovatif dan menguasai teknologi.
Tidak hanya memiliki literasi IT tetapi juga menguasai kompetensi khusus di bidangnya. Sistem kurikulum mampu menjawab tantangan masa depan inilah yang menjadi salah satu faktor membuat Selandia Baru meraih predikat pendidikan terbaik di dunia.
2. Fokus pada pendidikan manusia
Pendidikan di Selandia Baru bukan hanya telah mengantisipasi era industri 4.0 tapi lebih jauh dari itu. Pendidikan di Selandia Baru selalu mengikuti trend pendidikan dan trend kebutuhan dunia kerja. Karena itulah pendidikan di sana juga menyiapkan kebutuhan masa depan mulai dari kecerdasan buatan, robotik, big data dan lainnya.
Pendidikan di Selandia baru juga tidak hanya menitikberatkan kepada keilmuan namun juga fokus pada pendidikan manusianya.
Kecerdasan buatan atau robotik semua akan kembali pada manusia yang akan menciptakan, mengelola atau mengaturnya. Untuk itu sistem dan atmosfer pendidikan di Selandia Baru berupaya melahirkan manusia pembelajar yang kreatif dan juga kritis.
3. Vokasi dan spesialisasi
Siswa tidak dibebani dengan banyak mata pelajaran. Subyek pembelajaran wajib sangat sedikit, sisanya siswa dapat memilih subyek pembelajaran yang menjadi minat dan bakatnya.
Hal ini membuat siswa sudah memiliki keahlian atau spesialisasi sejak dini. Pola pendidikan vokasi ini berkesinambungan saat memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Ini membuat mahasiswa telah terbiasa belajar berbagai masalah di dunia kerja sejak dini. Hal ini ditunjang pula dengan kebijakan pemerintah yang mengijinkan dan mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek kerja/magang selama 20 jam selama seminggu.
Inti dari pendidikan vokasi inilah yang pada akhirnya membuat pendidikan di Selandia Baru selalu mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Sumber kompas.com
Gambar: siswa smk2 sigli
Langgan:
Catatan (Atom)












