Selasa, 15 Oktober 2019

Disdik Pidie Jaya Gelar Penguatan Kepala Sekolah



PidieJaya.gureaceh.Disdik Pidie Jaya menggelar peningkatan kompetensi kepala sekolah. Kompetensi tersebut melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat) Penguatan Kepala Sekolah (PKS) . Digelarnya diklat ini, sehubungan dengan telah di tetapkannya Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 6 tahun 2018. Kepala Sekolah mempunyai kewajiban memimpin, membangun tata kelola dan budaya mutu di Sekolah sehingga berdaya saing tinggi dan berkualitas. Dan ini salah satu satu kebijakan perioritas Pemerintah Kabupaten untuk berupaya meningkatkan mutu pendidikan, dengan menyiapkan Kepala Sekolah yang kompeten dan mampu berpikir visioner dalam memimpin dan mengelola sekolahnya.

"Karena itu saya minta agar para kepala sekolah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini harus benar–benar memanfaatkan momen ini untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah nanti,” kata Kadisdik Pidie Jaya, Saiful, M.Pd saat membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Kepala Sekolah Tingkat TK dan SD Se-Kabupaten Pidie Jaya, di Aula LPMP Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/10).

Dia juga mengharapkan agar para kepala sekolah mampu memberikan semangat dan penghargaan kepada para guru, tenaga kependidikan, peserta didik agar mampu menggapai prestasi dan memiliki inovasi untuk maju.

“Kepala Sekolah dalam perannya sebagai supervisor harus mampu berperan sebagai pemimpin instruksional dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran abad 21 sesuai dengan konsep pendekatan keterampilan berpikir dan berkarakter,” pintanya

Sementara Makmurrizal, M.Pd selaku pelaksana kegiatan mengatakan tujuan Kegiatan Ini untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah pada Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, Kepemimpinan, Penguatan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Sekolah Berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan, dengan jumlah peserta berjumlah 27 orang kepala sekolah, yang terdiri dari Kepala TK : 23 orang, Kepala SD : 4 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 8 hari dari tanggal 14 s.d 21 Oktober 2019, yang bertempat di LPMP unit II Neuheun. Kab.Aceh besar, kesemua peserta diasramakan.
Materi dalam Diklat ini diantaranya literasi digital, teknik analisis manajemen, pengelolaan keuangan, pengelolaan kurikulum, supervisi PTK, supervisi PK Guru, kepemimpinan perubahan, pengembangan kewirausahaan, dan pengembangan Sekolah berdasarkan 8 SNP, disampaikan oleh narasumber dari LP2KS solo dan materi kebijakan kementerian disampaikan oleh kepala LPMP Aceh Dr.  Muslihuddin, M.Pd serta materi kebijakan daerah oleh Sekda Pidie Jaya nantinya.
Kontributor. Mashadi

Jumaat, 11 Oktober 2019

Plt. Kepala SMA Negeri 1 Pimpinan Sertijab OSIS


Sabang. Pelaksana tugas Kepala SMA Negeri 1 Sabang memimpin Serah Terima jabatan pengurus OSIS dari Cici Lestari kepada Munzir Hanif jumat 11/10 di halaman tengah SMAN 1 Sabang.

Dalam sambutan dan arahan Plt kepala sekolah meminta kepada pengurus OSIS yang baru saja saya lantik untuk menjalankan tugas sebagaimana yang diatur dalam AD/ART OSIS. Kemudian hrus selalu bermusyawarah dan bermufakat dalam segala hal. Sekolah ini milik kita, milik kalian, kalian perlu menjaga kebersihan, keindahan sekolah.

Pengurus OSIS harus menjadi tauladan bagi siswa lain. Tunjukkan bahwa kalian terbaik di sekolah ini. Ajak teman teman untuk lebih disiplin dari segala hal pinta Plt kepala sekolah di hadapan 517 siswa dan dewan guru.

Kegiatan sertijab OSIS ini turut disaksikan oleh kepala cabang Dinas pendidikan wilayah kota Sabang Abdul Hamid SPD MPd.


Energi Terbarukan dari Bak Ngom ditemukan Siswa SMAN 1 Tanah Jambo Aye


Aceh Utara. Gureaceh. Empat siswa SMA N 1 Tanah Jambo Aye yang merupakan Finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019, berhasil masuk finalis, bersilaturrahmi sekaligus mempresentasikan hasil penelitiannya di depan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, T. Aznal Zahri, SSTP.,M.Si di kantor setempat, Kamis (10/10) siang, bersama kepala sekolah dan guru pendamping. 

Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, keempat siswa ini akan bersaing dengan para finalis seluruh Indonesia pada tanggal 14-19 Oktober 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Adapun penelitian yang lakukan berawal, kami melihat banyak tanaman mensiang atau bak gom yang banyak tumbuh di sawah sawah, tumbuhan ini tidak termanfaatkan, malh menjadi gulma. Kami berpikir ayo kita coba teliti apa yang terkandung dalam tanaman mensiang, ternyata tanaman mensiang bisa dijadikan penganti gas elpiji jelas Nawfall dan Eva. 

Nawfall melanjutkan penjelasan bahwa Energi terbarukan ini sangat cocok kita jadikan sebagai  penelitian karena bahan mudah didapat, murah, juga ramah lingkungan sekaligus bisa membantu petani kita. 

Kami menang di Kategori: Matematika, Sains dan Teknologi.berjudul penelitian kami GASIANG (energi biogas terbaru dari tanaman mensiang yang praktis dan ramah lingkungan) ulas Nawfal Ibrar & Eva Vidella. 

Kategori: Ilmu Sosial Humaniora
Penelitinya: Nurfadhillah & Havizul Husna
Judul.  : Tradis empang gampet, 

Khamis, 10 Oktober 2019

Disdik Pidie Jaya Selenggarakan Diklat Cakep



Meureudu (10/10/2019). Berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara( Lembaran Negara RI tahun 2014 nomor 6, tentang standar Kepala sekolah/Madrasah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah. Dalam menindaklanjuti peraturan tersebut Disdik Pidie Jaya menyelenggarakan Diklat Calon Kepala Sekolah bagi 20 orang peserta di Aula SMPN 2 Meureudu Pidie Jaya yang dibuka oleh Kepala LPMP Aceh.

Dalam sambutan dan arahnya DR. Muslihuddin Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh berharap pemerintah daerah (Pemda) dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk menjadikan rapor mutu sekolah sebagai acuan perencanaan kebijakan. Ini supaya kualitas pendidikan di Pidie Jaya meningkat dalam memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) terutama bagi calon calon kepala sekolah yang akan menjadi ujung tombak disatuan pendidikan.

Sementara Saiful, M.Pd mengatakan Adapun maksud dan tujuan Diklat Calon Kepala sekolah untuk menumbuhkankembangkan pengetahuan ,sikap dan ketrampilan calon kepala sekolah pada dimensi kompetensi kepribadian,menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintah umum dan pembangunan demi terwujudnya keperintahan yang baik,

“ saya sungguh berharap melalui diklat ini akan terlahir para kepala sekolah yang professional dan Berkarakter Islami. Seperti kita ketahui, kebutuhan kepala sekolah yang berkualitas dan berkarakter sama pentingnya dengan kebutuhan guru yang baik. oleh sebab itu, ikuti setiap materi diklat dengan baik dan penuh kesungguhan”. Pintanya   
 
Makmurrizal, M.Pd selaku panitia pelaksana menambahkan peserta Diklat Calon kepala sekolah tahun 2019 adalah guru-guru yang telah lulus seleksi calon kepala sekolah yang deselenggarakan Dinas Pendidikan Kab. Pidie Jaya pada bulan September 2019 yang lalu sebanyak 20 orang.adapun rangkaian kegiatan yaitu in service learning I selama 7 hari dimulai tanggal 7 s/d 13 oktober, on the job learning selama minimal 200 jam (150 jam di sekolah tempat bertugas dan 50 jam di sekolah lain), dan in servive learning 2 selama 3 hari. Diklat difasilitasi oleh Dra. Yusnaini Agustina, M.Pd dari LP2KS Solo dan Herliana, M.Pd, dari  LPMP Aceh. Jelasnya

Dalam kesempatan tersebut Kadisdik Pidie Jaya, Saiful, M.Pd menyerahkan tanda penghargaan dari Bupati Pidie Jaya kepada LPMP Aceh sebagai mitra kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang diterima langsung oleh DR. Muslihuddin, M.Pd

“Saya bersyukur atas pemberian tanda penghargaan ini yang menjadi motivasi, untuk selalu dapat menjalin kemitraan dengan Dinas Dinas lain pada masa mendatang”. Ujar Muslihuddin

Isnin, 7 Oktober 2019

DTang membawa Pesan pulang harus membawa pesan

Senin bersama menuju kebersamaan untuk satu tujuan
Kami datang membawa pesan dan kami pulang harus membawa pesan
Pejuang muda untuk Indonesia gemilang

Sabtu, 5 Oktober 2019

Teurawah Bantu Ciptakan Sekolah BEREH di Kota Sabang



Sabang.gureaceh.Terawah adalah sebuah komunitas Sabang bersih ikut bergotong royong bersama siswa dan dewan guru SMKN 1 Sabang pda sabtu 5/10/2019. Kegiatan gotroy ini dilakukan atas perintah kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah kota Sabang.
Alhamdulillah dengan kehadiran bapak abdul Hamid kancabdisdik ke Sabang, sekolah SMK sudah banyak perobahan tentang kebersihan lingkup sekolah tulis effendi ubit tim teurawah. Kami FKH Teurawah berharap pak Hamid peduli semua sekolah yg ada. ( pendidikan yg ada disabang ) bukan hanya sekolah binaan banda aceh saja, SMA dan SMK, harapan kami bapak bisa masuk kesemua sekolah melalui dinas pendidikan kita Sabang pinta effendi ubit yang konsen dengan Sabang bersih.

Hasil pantauan Terawah di SMK adalah kemarin sudah 75%, alhamdulillah kalau nantinya dgn kepedulian kepala sekolah, waka kesiswaan, guru2 dan OSIS kami yakin dibawah komando pak Abdul Hamid Sekolah Sabang akan BEREH sambung effendi ubit.
Di mana hari kerja bakti kemarin juga kedepannya,  saya liat, peran kuat wali kelas untuk masing-masing lokal dan murid untuk menjaga kebersihan. Di mana kemarin saya liat peta zona sudah di buat begitu baik. Nah mulai hari senin harus sudah berjalan aturan yg sudah ada di zona tersebut artinya wali kelas masing-masing dan anak-anak itu harus bertanggung jawab di setiap zona masing-masing ini dimulai dari  yg kecil dulu harapan teurawah.
[6/10 07.20] Terawah Pendi: Kemarin setelah saya keling2 ke semua sudut lingkungan sekolah memang pesuruh sekolah atau apa namanya mereka harus sedikit kerja keras tuk membenahi.
Terawah  juga melihat ketidakpedulian pesuruh sekolah yang notabene penanggung jawab sekolah bersih belum bekerja maksimal. Supanya gotong royong kemarin  tidak sia sia, maka dewan guru, murid-murid semua sudah bekerja keras. Sangat di sayangkan orang yg bertanggung jawab menciptakan sekolah bersih malh tidak bekerja membersihkan sampah. tdk ikut kerja bakti, padahal itu biang keroknya sampah yg ada di lingkungan sekolah sindir teurawah.
Untuk menikmati hasil yg didapat dari gotroy kemarin harus ada upaya  kerja bakti disekalah dengan jurus yang ditempuh  membagun sebuah sistem yg harus berjala dan di taati.
Klau di saya ada beberapa langka yg harus dibuat yaitu dengan zonasi tanggung jawab sampah.
Kami tim komunitas teurawah kota Sabang bersih siap membantu pak kancabdisdik.

Disdik Pidie Jaya Persiapkan Leader Tangguh di Era Melinia


Disdik Pidie Jaya Persiapkan Leader Tangguh di Era Melinia

Mereudu 5/10/2019. Disdik Pidie jaya menggelar seminar  pendidikan bertajuk “Menjadi Manajer Dan Leader Tangguh Di Era Milenial” yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pidie jaya dengan peserta sejumlah 266 orang guru, Kepala Sekolah/Madrasah  Sekabupaten Pidie Jaya.
Dalam sambutan dan arahannya kepala Dinas Pendidikan Saiful, M,Pd, menuturkan bahwa kepemimpinan punya gaya dan pola yang berbeda di setiap era. Dengan begitu, berbagai fenomena tantangan kekinian yang ada akan mampu diatasi dengan pola kepemimpinan yang tepat, dengan memberikan kemampuan adaptasi, pondasi yang kuat dan yang terpenting menata karakter, sehingga setiap mengalami perubahan tidak akan kehilangan arah.
“Tantangan sekarang kita dituntut menghadirkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan, mempengaruhi, dan menentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai dengan menata pondasi dan karakter yang kuat serta dicintai oleh semua”. Ujarnya

Saiful menambahkan dalam seminar ini khusus menghadirkan Dr. Sri Rahmi, MA selaku pakar Manajemen pendidikan Islam dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Arraniry sekaligus ketua Asosiasi Manajemen Pendidikan Islam Indonesia

sementara Muhamnad Gade,  S.Pd selaku panitia pelaksana mengatakan seminar ini salah satu upaya kerja Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan supaya memberikan gagasan baru, alternatif kepemimpinan yang lebih inovatif disertai dengan strategi-strategi khusus dalam mencetak insan yang berkualitas dan berkarakter.
Pemimpin, ujar dia, juga tidak boleh hanya berpikir pada saat sedang memimpin. Namun yang dipikirkan adalah justru setelah tidak lagi berkuasa. ujarnya